Pengertian Musik Tradisional

Pengertian Musik Tradisional – Suka kah kalian pada musik-musik khas daerah? Di Indonesia terdapat lagu-lagu khasnya sendiri yang beragam yang juga dinamakan sebagai musik Tradisional. Namun, tahukah kalian apa pengertian musik Tradisional? Pada pembahasan kali ini kita akan membahas apa pengertian musik Tradisional beserta ciri, fungsi, alat musik, dan contohnya, berikut penjelasannya.

 

Pengertian Musik Tradisional

pengertian musik tradisional

 

 

 

Musik Tradisional merupakan musik yang lahir, hidup dan berkembang di masyarakat yang diwariskan secara turun temurun dan dipertahankan sebagai sarana hiburan. Musik Tradisional berkembang di suatu daerah tertentu, dan menggunakan gaya, bahasa, dan tradisi khas daerah setempat.

 

Ciri-Ciri Musik Tradisional

Agar kalian lebih mengetahui musik Tradisional, ada cirinya yang membedakan dengan musik-musik lainnya. Adapun cirinya adalah sebagai berikut.

  • Dipelajari Secara Lisan

Musik Tradisional juga merupakan bagian dari kebudayaan, maka musik ini wajib kita lestarikan. Musik ini telah diwariskan secara turun temurun, biasanya dilakukan secara lisan dari satu generasi ke generasi yang lainnya.

  • Tidak Memiliki Notasi

Partitur atau naskah musik dalam musik Tradisional merupakan suatu hal yang tidak terlalu penting, hal ini disebabkan karena proses pembelajaran dan cara penyampaiannya yang secara lisan. Karena hal tersebut, maka merupakan hal yang wajar bahwa musik Tradisional daerah tidak mempunyai partitur notasi tertentu.

Tetapi, bukan berarti semua musik Tradisional tidak memiliki notasi, karena sudah banyak daerah yang menggunakan notasi namun masih belum menggunakan partitur atau naskah, sehingga penyampaiannya masih menggunakan cara lisan.

  • Bersifat Informal

Biasanya, musik Tradisional digunakan sebagai suatu bentuk ekspresi masyarakat. Dalam kegiatan kemasyarakatan, musik jenis ini banyak digunakan, sehingga bersifat lebih sederhana dan informal/santai. Untuk musik Tradisional yang bersifat formal dan kompleks, biasanya diadakan di lingkungan istana dan kerajaan.

  • Pemainnya Tidak Terspesialisasi

Biasanya, sistem yang dikembangkan dalam proses belajar instrumen musik daerah bersifat generalisasi. Pemain musik Tradisional belajar untuk dapat memainkan setiap instrumen yang ada dalam suatu jenis musik daerah.

Mereka akan belajar memainkan instrumen mulai dari yang termudah sampai yang tersulit. Sehingga, pemain musik daerah yang sudah mahir, memiliki keahlian untuk memainkan semua instrumen musik tersebut.

  • Syair Lagu Berbahasa Daerah

Dalam musik Tradisional, tentunya menggunakan melodi, irama yang menunjukan ciri khas kedaerahaannya, begitu juga dengan syairnya yang menggunakan bahasa daerah.

  • Lebih Melibatkan Alat Musik Daerah

Pada umumnya, alat-alat musik daerah digunakan untuk membawakan musik-musik daerah tersebut. Seperti contohnya lagu-lagu daerah Jawa yang umumnya diiringi oleh alat musik khas Jawa itu sendiri yakni Gamelan.

  • Budaya Masyarakat

Musik Tradisional merupakan bentuk kebudayaan yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat. Sehingga setiap ciri kebudayaan masyarakat, sang penciptanya pasti sudah melekat erat didalamnya. Jadi, dapat dikatakan bahwa musik daerah merupakan salah satu bentuk gambaran kebudayaan suatu daerah tertentu.

 

Fungsi Musik Tradisional

Musik Tradisional juga mempunyai fungsi-fungsinya yang mana sebagai berikut.

  • Sebagai Sarana Hiburan

Di masa kerajaan memerintah daerah-daerah di Indonesia, iringan-iringan musik Tradisional digunakan untuk upacara penyambutan para tamu sekaligus sebagai sarana hiburan bagi tamu kerajaan.

Musik Tradisional digunakan sebagai sarana hiburan karna memang musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan dan penat akibat aktivitas harian.

  • Sebagai Alat dan Sarana Komunikasi

Di beberapa daerah di Indonesia, bunyi-bunyi tertentu digunakan sebagai media komunikasi karena memiliki arti tertentu, seperti misalnya lonceng untuk bell sekolah menandakan waktu tertentu, kentongan menandakan adanya suatu kejadian pada daerah tersebut.

  • Sebagai Pengiring Tarian

Seperti yang kita ketahui, dalam pertunjukan tari khas daerah biasanya juga diiringi musik-musik daerah tersebut. Karenanya, tarian khas daerah di Indonesia hanya dapat diiringi oleh musik daerahnya masing-masing.

  • Sebagai Pengantar Ritual

Musik Tradisional biasanya juga mempunyai kaitan erat dengan upacara-upacara sakral seperti kematian, pernikahan, kelahiran, dan juga upacara keagamaan dan kenegaraan. Bunyi dan nada-nada yang dihasilkan sangat memungkinkan untuk mendukung upacara budaya atau upacara ritual.

Dalam beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan oleh alat-alat musik tertentu atau instrumen dipercaya mempunyai kekuatan magis. Maka instrumen seperti itu digunakan untuk sarana kegiatan adat masyarakat.

 

Alat Musik Tradisional

Berikut adalah alat musik Tradisional berdasarkan wilayah, golongan jenis musik, dan cara memainkannya.

Seruni Kale

seruni kale dalam pengertian musik tradisional

 

Serune Kale berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Aerofon karena bunyinya yang berasal dari hembusan nafas. Cara memainkannya dengan ditiup dan menggunakan jari untuk mengatur nada yang ada di lubang alat musik ini.

 

Saluang

saluang dalam pengertian musik tradisional

 

Saluang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi seperti Seruni Kale tadi yakni Aerofon karena bunyinya yang berasal dari hembusan nafas. Cara memainkannya dengan ditiup dan menggunakan jari untuk mengatur nada yang ada di lubang alat musik ini.

 

Aramba

aramba dalam pengertian musik tradisional

 

Aramba berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Ideofon karena bunyinya yang berasal dari bahan dasarnya. Cara memainkannya dengan dipukul menggunakan alat pemukul yaitu stik.

 

Gambus

gamelan dalam pengertian musik tradisional

 

Gambus berasal dari Riau. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Kordofon karena bunyinya yang berasal dari dawai atau senar. Cara memainkannya dengan memetik senar yang ada pada Gambus yang mempunyai 3 sampai 12 senar ini.

 

Serangko

serangko dalam pengertian musik tradisional

 

Serangko berasal dari Jambi. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Aerofon karena bunyinya yang berasal dari hembusan angin. Cara memainkannya dengan ditiup.

 

loading...

Accordion

accordion dalam pengertian musik tradisional

 

 

Accordion berasal dari Sumatera Selatan. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Aerofon karena bunyinya yang berasal dari hembusan nafas. Cara memainkannya dengan ditiup dan memakang kedua tangan untuk mengatur alunan nada.

 

Doll

doll dalam pengertian musik tradisional

 

Doll berasal dari Bengkulu. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Membranofon karena bunyinya yang berasal dari pukulan. Cara memainkannya dengan dipukul menggunakan alat pemukul.

 

Bende

bende dalam pengertian musik tradisional

Bende berasal dari Lampung. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Ideofon karena bunyinya yang berasal dari bahan dasarnya. Cara memainkannya dengan dipukul menggunakan alat pukul yang khusus.

 

Gendang Melayu

gendang melayu dalam pengertian musik tradisional

 

Gendang Melayu berasal dari Kepulauan Bangka Belitung. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Membranofon karena bunyinya yang berasal dari pukulan. Cara memainkannya dengan memukul di sekitar area lunak dengan menggunakan telapak tangan.

 

Gendang Panjang

gendang panjang dalam pengertian musik tradisional

Gendang Panjang berasal dari Kepulauan Riau. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Membranofon karena bunyinya yang berasal dari pukulan. Cara memainkannya dengan menepukkan tangan pada area yang lunak.

 

Tehyan

tehyan dalam pengertian musik tradisional

 

Tehyan berasal dari Ibukota Jakarta. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Kordofon karena bunyinya yang berasal dari dawai atau senar. Cara memainkannya dengan hampir sama dengan Biola yakni digesek pada bagian senarnya menggunakan alatnya sendiri.

 

Angklung

angklung dalam pengertian musik tradisional

Angklung berasal dari Jawa Barat. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Ideofon karena bunyinya yang berasal dari bahan dasarnya. Cara memainkannya dengan digoyangkan menggunakan tangan.

 

Gamelan

gamelan dalam pengertian musik tradisional

Gamelan berasal dari Jawa Tengah. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Ideofon karena bunyinya yang berasal dari bahan dasarnya. Cara memainkannya dengan dipukul dengan alat pemukulnya sendiri.

 

Gendang

gendang dalam pengertian musik tradisional

Gendang berasal dari Yoyakarta. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Ideofon karena bunyinya yang berasal dari bahan dasarnya. Cara memainkannya dengan ditepuk di area lunak menggunakan telapak tangan.

 

Bonang

bonang dalam pengertian musik tradisional

Bonang berasal dari Jawa Timur. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Ideofon karena bunyinya yang berasal dari bahan dasarnya. Cara memainkannya dengan dipukul.

 

Genceng

genceng dalam pengertian musik tradisional

Genceng bersal dari Bali. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Ideofon karena bunyinya yang berasal dari bahan dasarnya. Cara memainkannya dengan diletakkan pada kedua telapak tangan kemudian ditepuk.

 

Serunai

serunai dalam pengertian musik tradisional

Serunai berasal dari Nusa Tenggara Barat. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Aerofon karena bunyinya yang berasal dari hembusan nafas. Cara memainkannya dengan ditiup lalu nadanya diatur dengan jari tangan

 

Sasando

sasando dalam pengertian musik tradisional

Sasando berasal dari Nusa Tenggara Timur. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Kordofon karena bunyinya yang berasal dari petikan. Cara memainkannya dengan dipetik.

 

Japen

japen dalam pengertian musik tradisional

Japen berasal dari Kalimantan Tengah. Alat musik ini termasuk golongan jenis bunyi Kordofon karena bunyinya yang berasal dari petikan. Cara memainkannya dengan dipetik.

 

Contoh Musik Tradisional

Adapun contoh-contoh dari musik Tradisional adalah sebagai berikut.

  • Musik Keroncong

Musik Keroncong merupakan musik yang berasal dari Portugis yang di bawa ke Indonesia dan dimainkan disana. Namun setelah Portugis meninggalkan Indonesia, masyarakat Indonesia pun tetap memainkannya dengan menambahkan beberapa instrumen seperti beberap alat Gamelan dan Seruling.

  • Musik Gong Luang

Musik Gong Luang merupakan musik khas dari Bali. Awalnya musik ini merupakan peninggalan dari kerajaan Majapahit di Jawa, yang kemudian dibawa ke Bali oleh beberapa orang kerajaan. Kata Gong Luang berasal dari kata “Luang” yang artinya Kurang, hal ini karena memang alat-alat gong yang dipakai tidak lengkap.

  • Musik Gambang Kromo

Musik ini merupakan gabungan antara musik Betawi dengan Tionghoa, musik Gambang Kromo berasal dari daerah Jakarta khususnya Betawi. Musik ini dimainkan menggunakan 2 alat musik yakni Gamelan dan alat-alat musik China.

  • Musik Santi Swara dan Laras Madya

Santi Swara berasal dari kata “Santi” yang artinya doa, dan “Swara” yang artinya suara atau senandung lagu, dan Larasmadya mempunyai arti yaitu Irama dan Bersahaja. Maka jika digabungkan, maka Santi Swara Laras Madya artinya Doa yand dilantunkan dalam senandung lagu dalam irama yang bersahaja.

  • Musik Karang Dodou

Biasanya musik ini digunakan sebagai iringan ritual dan acara tertentu, contohnya Noka Pati yaitu acara memandikan dan memberikan nama bayi dan acara mengobati orang sakit. Lagu-lagu yang dibawakan, biasanya adalah mantera-mantera berisi doa-doa.

  • Musik Tabuh Salimpat

Musik ini berasal dari daerah Jambi, sampai sekarang musik ini masih ada dan dimainkan di kalangan penduduk sana. Alat musik utamanya yaitu kerenceng dan gambus lunik, dan diiringi dengan alat musik lainnya, yang diantaranya adalah alat musik tabuh seperti rebana dan alat musik petik seperti gitar.

  • Musik Tradisional Kombi

Musik ini berasal dari Papua. Kombi berasal dari kata “nai krombi” yang artinya memetik atau memainkan. Musik ini mempunyai alat musik utama, orang Papua disana biasanya menyebutnya mbref atau gauto.

  • Musik Senandung Jolo

Senandung Jolo mempunyai arti yaitu senandung yang artinya nyanyian sedangkan jolo yang artinya pantun. Musik ini berasal dari daerah Jambi.

  • Musik Krumpyung

Musik Krumpyung dimainkan dengan alat musik yang terbuat dari bambu atau biasa disebut angklung, musik ini berasal dari Yogyakarta. Biasanya, nada yang dihasilkan mirip dengan gamelan jawa, tetapi dalam krumpyung, gongnya ditiup dan dipukul agar berbunyi.

  • Musik Goong Renteng

Musik Goong Renteng memakai gamelan untuk instrumen musiknya, musik ini berasal dari Sunda. Sebenarnya, musik ini sudah lumayan tua karena diperkenalkan di abad 16.

  • Musik Syair Telima

Biasanya, musik ini digunakan untuk acara resmi dan pertemuan para sesepuh di daerah musik ini berasal yaitu Tanah Mandalam. Musik ini merupakan musik khas dari Kalimantan Barat.

  • Musik Sasando Gong

Musik Sasando Gong berasal dari Nusa Tenggara Timur, di Pulau Rote. Alat musik utama dari musik ini adalah sasando gong yang terbuat dari bambu, daun lontar dan kawat halus.

  • Musik Painting

Kalimantan Selantan merupakan dimana musik Painting ini berasal. Painting sendiri mempunyai arti yaitu petik, hal ini karena memang alat musiknya berupa senar yang disentilkan.

  • Musik Gaghahanggase

Musik ini berasal dari daerah Sahinge Talaud. Instrumen musik Gaghahanggase yaitu musik bambu, seheng, tambur, karoncongan, kentel, tateng korang, tangonggong, behohang dan kalikitong.

  • Muasik Tradisional Huda

Musik Huda merupakan musik tradisional nusantara yang berasal dari Minangkabau, dan berkembang semenjak masuknya Islam di tanah Sumatera. Musik ini bernuansa Islam dan merupakan gabungan dari 3 jenis musik, yaitu Salaulaik Dulang, Dikil Rabaro, dan Dikil Mundan.

 

Sampai sini sudahkah kalian memahami tentang pengertian musik Tradisional? Demiukianlah penjelasan mengenai apa pengertian musik Tradisional beserta, ciri, fungsi, alat musik, dan contohnya, semoga bermanfaat.

(alatmusik.net)

Leave a Comment

loading...